Loading...

Jumat, 08 April 2011

Objek wisata yang ada di kabupaten kuantan singingi

Tempat - tempat wisata di Kabupaten Kuantan Singingi


Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban
Batang Koban Seven Storey Waterfall
 
Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban Lubuk Ambacang terletak di Kecamatan Hulu Kuantan 37 Km dari Teluk Kuantan. Ketika berada di Lubuk Jambi ibukota Kecamatan Kuantan Mudik (22 Km dari Teluk Kuantan), bus anda akan bergerak menuju arah Kiliran Jao dan selepas Kota Lubuk Jambi bertemu dengan persimpangan satu simpang ke kiri arah Kiliran Jao, disitulah tadi letaknya Terjun Guruh. Jika dari simpang selepas Lubuk Jambi, bus kita akan bergerak ke kanan terus sampai sejauh 11 Km akan sampai ke Kota Lubuk Ambacang, ibukota Kecamatan Hulu Kuantan. Dengan menaiki sampan bermesin (pompong) sejauh 4 Km anda akan melaluinya dengan kenyamanan arus sungai kadangkala tenang dan sunyi kadangkala ribut dengan gelombang arung jeramnya dilengkapi dengan pemandangan alam dan bukit-bukit yang terjal dengan hutan lindungnya yang masih asli. Dalam perjalanan kita dapat menyaksikan binatang kera, berbagai jenis burung dan binatang lainnya seakan menyapa bagi pengunjungnya. Akhirnya sampailah ke lokasi Air Terjun “Tujuh Tingkat Batang koban”. Tujuh Tingkat maksudnya terdapat tujuh buah air terjun yang bertingkat, akhirnya sampai ke dasar sungai dan terus mengalir ke Sungai Kuantan yang mengairi sebagian besar daerah Kuantan Singingi.   
Batang Koban seven storey waterfall Lubuk Ambacang is located in Hulu Kuantan district about 37 km from Teluk Kuantan. While in Lubuk Jambi Capital of Kuantan Mudik district (22 km from Teluk Kuantan) your bus will move towards Kiliran Jao direction and after Lubuk Jambi city. Towards the left of one of the junction in Kiliran Jao is a place called Terjun Guruh. After the junction of Lubuk Jambi the bus will turn to the right to about 11 km and there you will reach Lubuk Ambacang City District of Hulu Kuantan. By using the motorboat about 4 km, you will pass the pleasant, calm and quiet yet at times choppy waters of river. There is a beautiful view of nature, steep hills and untouched forest. During the journey can see animals like monkeys, various species of birds and other animals that seem to acknowledge visitors. Finally you will reach the waterfall there are about 7 different levels of waterfall until reaches the river and flows down to Kuantan river. It will flow to a large area of the Kuantan Singingi district.
Air Terjun Guruh Gemurai
Guruh Gemurai Waterfall
 
Air Terjun Guruh Gemurai terletak sekitar 25 Km dari Teluk Kuantan. Nama Guruh Gemurai diambil dari bahasa daerah setempat, dimana Guruh berarti Gemuruh (bunyi air terjun dimaksud), sedangkan Gemurai adalah percikan air yang berserakan. Jadi air terjun Guruh Gemurai berarti air terjun yang bunyi percikannya (curahannya) bergemuruh. Anda berada di ibukota Kabupaten Kuantan Singingi yakni Teluk Kuantan dengan bus menuju arah Kiliran Jao Sumbar akan melalui Kota Lubuk Jambi, ibukota Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi, namun sebelumnya yakni 3 Km sebelum Lubuk Jambi (19 Km) dari Teluk Kuantan, anda dapat menikmati keindahan Danau “Kebun Nopi” tidak ada duanya di Kuantan Singingi. Anda berada di Lubuk Jambi Ibukota Kecamatan Kuantan Mudik masih Kabupaten Kuantan Singingi, 3 Km arah Kiliran Jao Sumbar, anda memulai perjalanan yang mendaki sesekali melalui jalan yang berbelok-belok dengan panorama alam yang dikenal bagian dari Bukit Barisan, sampailah anda di tengah-tengah pendakian yang berbukit-bukit dan lurah, disanalah terdapat air terjun Guruh Gemurai, tepatnya di Desa Kasang.
Guruh Gemurai waterfall is located about 25 km from Teluk Kuantan. The name guruh gemurai is taken from the local language where by the word Guruh meaning loud sound and Gemurai mean strong outpouring. Therefore Guruh Gemurai means loud and strong outpour water. Teluk Kuantan is the capital of regency of Kuantan Singingi. By bus going toward Kiliran Jauh, Sumbar you will pass Lubuk Jambi city capital of Kuantan Mudik district, regency of Kuantan Singingi. 3 km before Lubuk Jambi (19 km) from Teluk Kuantan you will enjoy the beautiful “Kebun Nopi” Lake. After which the journey upwards is a lot of turns but the view is a beautiful and is one part of Bukit Barisan. On the half way mark of the hills there is guruh gemurai located in Kasang Village.
Danau Mesjid
Mosque Lake
 
Danau Mesjid terletak 3 km dari Teluk Kuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singingi. Dari Teluk Kuantan dapat ditempuh dengan bus menuju ke barat ke arah jalan Lubuk Jambi Kiliran Jao, dengan hitungan menit saja sampailah kita di simpang, belok ke kiri jalan ke ‘Danau Mesjid’ sejauh 300 meter dari simpang jalan raya. Di sana anda dapat menikmati keindahan Danau Mesjid dengan sampan dayung serta fasilitas-fasilitas lainnya, anda tidak akan menyesal dan tentunya mengesankan.
Mosque Lake is located 3 km from Teluk Kuantan. From Teluk Kuantan you can go by bus towards west in the direction of Lubuk Jambi Kiliran Jao. In a few minutes you will reach the junction turn left towards the mosque lake about 300 km. Here you can enjoy the beautiful mosque at the lake and also row your boat and enjoy other facilities
Danau Rawang Udang
Rawang Udang Lake
 
Danau Rawang Udang berada di Desa Talontam, Kecamatan Benai, berjarak Kurang lebih 12 km dari Teluk Kuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singingi. Aneka wahana permainan anak-anak yang menarik hingga fasilitas seperti restoran lengkap tersedia disini. Ramai dikunjungi wisatawan baik yang datang dari daerah sekitar/lokal maupun wisatawan dari luar daerah, dan obyek ini semakin ramai dikunjungi pada hari Sabtu, Minggu dan hari-hari libur.
Situated in Talontam Village, Benai Sub District, it lies about 12 km (7,6 miles) from Teluk Kuantan, Capital City of Kuantan SIngingi Regency. Many kinds of children playthings and restaurant can be found here. This lake frequently visited by local or outer province tourists, especially on Saturday, Sunday and in holydays.
Air Panas Alam
Hot Spring
 
Air Panas Alam berada di seberang Sungai Pinang, Kecamatan Kuantan Mudik, 33 Km dari Teluk Kuantan. Untuk sampai ke obyek ini, dari Teluk Kuantan arah Kiliran Jao yakni 500 meter sebelum sampai di Kota Lubuk Jambi, anda akan menjumpai simpang jalan ke arah kanan dan terus melanjutkan perjalanan 11 km akan sampai ke satu tempat bersejarah yang konon sejak nenek moyang sudah dikunjungi beramai-ramai oleh masyarakat dalam dan luar Kuantan Singingi untuk berobat penyakit kulit, reumatik dan lain-lain. Itulah ‘Air Panas Alam’ yang keluar dari perut bumi atas Rahmat Tuhan Yang Maha Esa. Dari persimpangan jalan anda melalui beberapa desa yakni Pulau Binjai, Pabaun, Siak dan sampailah ke lokasi dimaksud.

Hot Spring across Pinang river Kuantan Mudik district is about 33 km from Teluk Kuantan. From Teluk Kuantan towards Kiliran Jao about 500 meters before Lubuk Jambi you will see a junction to the right. About 11 km there is a historic place that is visited by many people to cure skin problems, rheumatism, and others. There is hot spring a gift from God. At the side of the road there are a few villages that is Binjai island, Pabaun, Siak and then you will reach the location.
Logas
 
Logas  berlokasi di Muara Lembu. Di Logas terdapat bekas rel kereta api dan                    lokomotif dengan kondisi rusak di hutan, ini merupakan objek wisata yang telah mendapat kunjungan wisatawan mancanegara, terutama wisatawan dari Jepang dan Belanda dengan motivasi nostalgia. Di samping itu, Logas dikenal juga sebagai tempat kerja paksa dan pembuangan bagi tawanan-tawanan serdadu Jepang yang pernah menjajah Indonesia. Tambang emas Logas pernah didirikan pada masa penjajahan Belanda, dan pada masa penjajahan Jepang perusahaan itu diambil alih oleh Jepang hingga Indonesia merdeka tahun 1945. Sampai sekarang masyarakat setempat masih melakukan                penambangan emas secara tradisional (mendulang emas).
  Logas located in Muara Lembu. Logas whit its remnant of railways and                    locomotives with damaged condition in the forest is an tourism object already obtaining visitation from tourists from overseas, especially tourists from Japan and Dutch with nostalgia motivation. Besides that, Logas is also known the spot of slavery works and the dumping spot for the captures of  Japanese soldiers once occupying Indonesia. The gold mine of Logas was once established during the period of  Dutch colonization of the Japanese, this company is taken over by the Japanese until the independence of Indonesia in 1945. Up until now, the local communities still carryout traditional gold mining (mendulang emas). 
 
Desa Wisata Kuantan Singingi
Tourist Village
 
Desa Wisata Kuantan Singingi terletak lebih kurang 3 km dari Teluk Kuantan, ibukota Kabupaten Kuantan Singingi. Dengan menggunakan bus menuju ke timur yakni arah ke Rengat ibukota Kabupaten Indragiri Hulu sejauh 3 km  sampailah di Desa Koto Sentajo yang ditetapkan sebagai ‘Desa Wisata’. Di desa ini dapat kita saksikan peninggalan sejarah dari nenek moyang berupa rumah adat dengan bagunan asli dengan motif khusus. Masyarakat di desa tersebut masih kental dengan adat kebiasaan yang diterima dari para leluhurnya. Walaupun kehidupan masyarakat sekarang sudah jauh  meninggalkan kebiasaan lama, namun masih ada hal-hal tertentu yang tidak mau mereka tinggalkan dalam kehidupan sehari-hari. Di belakang desa wisata ini masih terdapat hutan yang asli, yang sampai sekarang masih dilarang untuk merusaknya, dan ini telah ditetapkan sebagai hutan lindung seluas 5000 Ha.


 

Kuantan Singingi Tourist Village is 3 km from Teluk Kuantan from the regency capital you can take the bus to the north towards Rengat. About 3 km you will reach Koto Sentajo village that is designated “Tourist Village” In this village you can see historical artifacts or heirloom. There is a traditional house in its original states and unique motifs. The community in this village insists on a normal life style that is handed down from generation to generation. Event though today many community do not practice the traditional way however this  community there are certain aspects still continue. Behind this village there is still a forest until today is protected. It is about 500  hectares.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar